Suryo Ediyono
Dr. Suryo Ediyono tertarik bidang ilmu filsafat sejak ia menempuh pendidikan sarjana Ilmu Filsafat di Universitas Gadjah Mada yang ia selesaikan pada tahun 1990. Setelah itu, Suryo selalu konsisten untuk memperdalam ilmunya tersebut. Ia kembali ke bangku kuliah untuk menempuh pendidikan magister bidang Ilmu Filsafat Universitas Gadjah Mada dan lulus pada tahun 1998. Ilmunya terus ia asah hingga ke jenjang doktor. Dengan sebuah disertasi berjudul Bela Diri Pencak Silat dalam Pembentukan Konsep Diri Manusia Jawa (Kajian Bela Diri Pencak Persaudaraan Setia Hati Terate), ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Filsafat dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005.
Penelitian-penelitian Suryo banyak terfokus pada adat dan perilaku masyarakat. Melanjutkan disertasinya, ia beberapa kali meneliti tentang pencak silat, mulai dari filosofi dan fungsinya sebagai pembentukan konsep diri dalam masyarakat Jawa. Semasa sarjananya, ia juga pernah meneliti mengenai ada kebiasaan nelayan di Majene Sulawesi Selatan.
Publikasi Ilmiah:
Ediyono, S. (2014). Nilai yang terkandung dalam pencak silat.
Ediyono, S. (2014). Filsafat pancasila. Yogyakarta: Kaliwangi
Ediyono, S. (2013). Makna pendekar dalam bela diri pencak silat. Etnografi. XIII (2). 348-356
Ediyono, S. (2013). “Golek ngelmu” dalam budaya Jawa. Etnografi. XIII (2). 287 – 295
Ediyono, S. (2012). Filsafat ilmu. Yogyakarta: Kaliwangi
Ediyono, S. (2007). Dasar-dasar logika. Yogyakarta: Kaliwangi